Skip to content

Februari 13, 2012

MENGANALISIS UNSUR INTRINSIK

DAN EKSTRINSIK NOVEL

 

 

  1. NOVEL : MIRANDA JANGAN AMBIL NYAWAKU
    1. Unsur Instrinsik :
    1. Tokoh dan Perwatakan
      1. Miranda (aku)

      Watak: cuek

      Bukti: “tentu” aku mengagkat bahu “aku tidak peduli”

      1. Dr. Mullen

      Watak: biasa saja

      Bukti: “Miranda boleh aku berbicara secara pribadi dengan orang tuamu sebentar?”. Tanya Dr. Mullen

      1. Emma

      Watak:

      Bukti: “astaga” pekik emma

      1. Ay ah

      Watak: keras

      Bukti: “kami ayahmu dan ibu bertekad kamu tidak akan mengalami nasib seperti itu”

      1. Ibu

      Watak: tidak punya perasaan

      Bukti: “ibu mulai berbicara dengan terburu-buru, suara keras dan tatapan tajam”

      1. Sudut Pandang:

        Orang Pertama sebagai pelaku utama

        Bukti: terdapat kata “aku” sebagai pelaku utama

      2. Latar : 1. Tempat: kamar

        Bukti:”ketiga orang dewasa itu kembali ke dalam kamar”

        2. Suasana:

        a. Ketakutan

        Bukti: “tetapi kenpa mereka berbohong Emma?” aku sangat ketakutan “aku merasa takut”

        b. Gusar

        Bukti: “Baiklah miranda kami akan menceritakan kepadamu sesuatu yang pasti akan membuatmu gusar

        c. Terkejut

        Bukti: “aku tidak mampu berbicara, aku sangat terkejut “ini tidak nyata! I Mimpi. ini semua hanya mimpi! Aku ingin bangun!” aku tertawa, menangis, dan berteriak.

      3. Gaya bahasa: menggunakan bahasa sehari-hari

        Bukti:”mereka agak kedodoran sehingga aku tahu”

      4. Alur : maju(karena semua cerita berjalan runtut)
        1. Perkenalan: muncul banyak tokoh di awal cerita

          Bukti: Dr.Mullen, Miranda, Emma

        2. Muncul masalah: Miranda mulai mengetahui siapa Emma itu dan apa yang di lakukan orang tua mereka dan Dr.Mullen
        3. Klimaks: akhirnya ibu memberi tau semua rahasia nya…(gadis itu(Emma) diciptakan dari DNA Miranda, dibesarkan ditabung dan ia bisa berbicara). Miranda membantah karena ia tidak percaya.”omong kosong!” Sahut ibunya dengan marah.
        4. Masalah menurun: miranda sudah tidak mampu berkata lagi “aku tak mampu bicara , aku terkejut”
        5. Penyelesaian : akhirnya miranda pasrah , perasaan ayah nya sangat sedih
      5. Pesan/Amanat : Jangan sekali-kali melakukan peng-cloningan pada manusia. Karena itu adalah sikap yang tidak berprikemanusiaan

         

        1. Unsur Ekstrinsik:
      6. Nilai kemanusiaan : Mengorbankan hasil cloning untuk Miranda. Jadi Ibu akan mengorbankannya untuk menyelamatkannya.

         

      7. Novel : Bako
        1. Unsur Intrinsik
      8. Tokoh dan Perwatakan :
        1. Umi(Baik, pandai,dan taat beribadah)
  • Baikà “sebelum kami pulangdarisekolah, iasudahakanberadadirumah, menantikedatangankamudengannasiterhidang.”
  • Pandaià “Iamemanglancarmenerjemahkan Al-qur’andalambahasa Indonesia.
  • TaatBeribadahà “padatahun-tahunsebelumnya, iaselalubersalatsubuh di Masjid.
  1. Suami (Rajin beribadah/sholeh)

    “Pagi-pagi bangun, suamiku langsung mengambil wudhu kadang di pancuran tetapi lebih sering dirumah saja.

  2. Aku (hanya sebagai pencerita).
  1. Sudut Pandang

    Orang ketiga pelaku sampingan

    Bukti : terdapat kata “ia”. Jadi pencerita menceritakan orang lain.

  2. Latar

    Tempat : didapur à“sesudah shalat ia langsung pergi kedapur”

Waktu : Pagi à
“pagi-pagi bangun,suamiku langsung mengambil wudhu….”

Hari minggu à
“pada hari minggu,acap kami pergi ke ladang”.

  1. Gaya Bahasa

    Bahasa yang digunakan adalah bahasa sehari-hari(bahasa daerah)

  2. Alur

    Alur yang dugunakan adalah alur maju.

    1. Perkenalan        : memperkanalkan kegiatan tokoh.
    2. Mucul masalah    : ia seorang yang rajin dan taat beribadah.
    3. Klimaks        : Banyak orang yang menyegani ia.
    4. Masalah mereda    : ia tidal begitu memperdulikan hartanya.
    5. Penyelesaian    : hartanya di sedekahkan dan digunakan untuk haji.

       

  3. Amanat /Pesan

    “jadilah orang yang sederhana meskipun memiliki banyak harta.dan gunakan harta yang berlebih tersebut untuk bersedekah”.

     

    1. Unsur Ekstrinsik
      1. Nillai Agama    : Rajin beribadah.

        “pada tahun-tahun yang silam, ia selau bershalat subuh di mesjid”.

      2. Nilai Sosial    : Disegani masyarakat

        “ia adalah seoarang perempuan yang disegani”.

      3. Nilai Budaya    : Pernah memperoleh penghargaan.

        “ia pernah pula meraih kedudukan teratas dalam suatu perlombaan menerjemahkan beberapa ayat Al-quran…….”.

From → Uncategorized

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: